Kunjungi dan Ikuti Media Sosial Kami

Situbondo – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo resmi melaksanakan Ujian Komprehensif Integratif bagi mahasiswa semester akhir. Mengusung model pengembangan bahan ajar dan nilai pesantren, ujian ini dibagi dalam dua tahap utama: proyek tertulis dan sidang lisan, dengan jadwal terpisah antara mahasiswa dan mahasiswi.

Ujian Komprehensif Integratif berbasis Pengembangan Bahan Ajar dan Nilai SANTRI (Shiddiq, 'Adalah, Nahdliyah, Tawassuth, Ri'ayah, Istiqomah) digelar untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa secara utuh. Tidak sekadar menguji hafalan, ujian ini menuntut mahasiswa menghasilkan produk nyata berupa modul digital, e-book interaktif, atau media presentasi PAI yang inovatif, berbasis teknologi (TPACK), serta berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy yang telah memenuhi syarat akademik. Mereka diuji oleh tim penguji lintas keahlian yang terdiri dari:

· Shokhibul Mighfar, S. Ag., M. Pd.I (Kaprodi PAI),

· Dr. H. Hasan Ruzakki, M. Pd.I. (dosen ahli keislaman/pesantren),

· Dr. Moch. Nawafil, M. Pd. (dosen ahli pedagogi dan teknologi PAI).

Tim penguji bertugas menilai kedalaman penguasaan materi keislaman, justifikasi metode dan media, serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Pelaksanaan ujian terbagi menjadi dua tahap dengan jadwal terpisah antara mahasiswa putra dan putri:

Tahap 1 – Proyek Pengembangan Bahan Ajar (Tertulis & Portofolio Digital):

· Senin, 2 Juni 2026 : untuk mahasiswa

· Selasa, 3 Juni 2026 : untuk mahasiswi
Proyek dikerjakan secara mandiri selama satu minggu sebelum ujian lisan.

Tahap 2 – Ujian Lisan Sidang Komprehensif (Presentasi & Tanya Jawab):

· Selasa, 9 Juni 2026 : untuk mahasiswa

· Rabu, 10 Juni 2026 : untuk mahasiswi
Setiap sesi berlangsung selama 15-20 menit per mahasiswa.

Kegiatan bertempat di lingkungan Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo. Ujian tulis (proyek) dikumpulkan secara digital, sedangkan ujian lisan dilaksanakan di ruang sidang komprehensif fakultas yang dilengkapi perangkat presentasi.

Kaprodi PAI, Shokhibul Mighfar, S. Ag., M. Pd.I, menjelaskan bahwa model komprehensif integratif ini dirancang berdasarkan prinsip Outcome-Based Education (OBE) dan kebutuhan riil pembelajaran PAI di sekolah berbasis pondok pesantren.
“Sebagian besar mahasiswa kami kelak menjadi guru di lingkungan pesantren. Mereka harus mampu menciptakan bahan ajar yang kontekstual, membangkitkan motivasi belajar santri, serta mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dan teknologi. Ujian ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi kinerja nyata,” ujarnya.

Dalam ujian tertulis, mahasiswa mendapat satu kasus nyata: menjadi guru PAI di sekolah (SMP/MTs/SMA/SMK/MA) yang berada di lingkungan pondok pesantren dengan tantangan menurunnya motivasi belajar siswa. Mereka wajib menghasilkan tiga luaran:

1. Desain Bahan Ajar (analisis kebutuhan, peta konsep, integrasi nilai SANTRI, strategi TIK),

2. Produk Digital (link modul, media interaktif, atau video pembelajaran),

3. Instrumen Penilaian (5 butir soal HOTS + rubrik).

Pada ujian lisan, mahasiswa mempresentasikan proyeknya selama 5 menit, lalu menjalani tanya jawab selama 10-15 menit. Tim penguji menggali kemampuan reflektif, seperti: “Jika 40% siswa tidak tuntas, revisi apa yang akan Anda lakukan berdasarkan prinsip penelitian tindakan kelas?”
Seluruh proses dinilai dengan rubrik terintegrasi yang mencakup integrasi nilai SANTRI (bobot 30%), inovasi teknologi (25%), kesesuaian pedagogis (25%), dan kreativitas (20%) untuk proyek; serta penguasaan materi keislaman, argumentasi, komunikasi, dan tata bahasa ilmiah untuk ujian lisan.

Nilai Kebaruan: Uji Bakat Kewirausahaan dan Kepemimpinan
Uniknya, mahasiswa juga ditanya strategi edupreneurship jika bahan ajar yang dibuat hendak dipasarkan ke sekolah lain, serta bagaimana memimpin tim pengembangan produk serupa. Ini sejalan dengan visi Prodi PAI Universitas Ibrahimy mencetak lulusan yang profesional dalam menyusun bahan ajar, berbasis teknologi dan berlandaskan nilai-nilai pesantren.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan, fakultas berharap seluruh mahasiswa dapat menunjukkan performa terbaiknya, sekaligus menyumbangkan artefak pembelajaran yang bermanfaat bagi dunia pendidikan Islam khususnya di Situbondo dan di indonesia. (--dhifa--)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *